Induk Organisasi Bulu Tangkis Nasional Adalah

Diposting pada

Induk organisasi bulu tangkis nasional adalah: Setiap permainan memiliki induk dan aliansi yang mengawasinya dalam skala publik.

Individu mungkin menyadari bahwa PSSI adalah induk asosiasi sepak bola, sedangkan PBSI adalah induk asosiasi bulu tangkis di Indonesia. Namun, tahukah Anda induk dari berbagai asosiasi permainan, seperti bola, renang, permainan, aerobatik, dll?

Asosiasi olahraga induk adalah asosiasi yang mengawasi permainan tertentu. Tugasnya adalah mengoordinasikan permainan untuk mengerjakan presentasi para pesaingnya di wilayah tertentu.

Asosiasi olahraga juga biasanya mengadakan kompetisi atau kompetisi untuk lebih mengembangkan kinerja pesaing menjadi lebih serius dan menjadi acara waktu terbatas untuk permainan.

Di tingkat dunia, setiap game juga memiliki induk dan organisasinya sendiri. Contoh nama induk dari asosiasi permainan yang tidak dapat disangkal populer adalah FIFA (induk sepak bola dunia), FIG (induk aerobatik global), IAAF (induk olahraga pemula di seluruh dunia) dan FIBA ​​(induk bola global).

induk organisasi bulu tangkis nasional adalah image
induk organisasi bulu tangkis nasional adalah

Di tingkat masyarakat, juga ada beberapa induk olahraga di Indonesia. Tidak hanya untuk olahraga terkenal seperti sepak bola, bulu tangkis, b-ball, bola voli atau tenis, tetapi juga untuk berbagai permainan,

antara lain (permainan, renang, jungkir balik, latihan beban), olahraga bela diri (karate, wushu, judo, pencak silat , kempo), olahraga hustling (cruiser, sepeda), water sport (ski air, mendayung, jelajah, terjun) hingga game games (wheel skating, bowling, biliar, berkuda, span).

Setiap asosiasi olahraga induk memiliki kewajiban yang terkait dengan setiap pertandingan. Selain itu, ada juga pemerintahan yang berbeda, yang sebagian besar disebut Pengurus Besar (PB), yang terdiri dari direktur, sekretaris jenderal, dan struktur hierarkis lainnya.

Selain itu, motivasi yang melatarbelakangi asosiasi ini adalah untuk turut ambil bagian dalam mengadakan kontes-kontes di setiap pertandingan individu untuk menggarap prestasi para kompetitor dan atlet Indonesia agar bisa mendominasi di kancah dunia seperti SEA Games, Asian Game ke Olimpiade.

Kali ini akan ditampilkan total rundown nama-nama asosiasi game yang benar-benar umum beserta bentuk dan singkatannya di seluruh Indonesia.

Di bawah ini menggambarkan dunia olahraga bulu tangkis, yang tak kalah menarik, berisi pemain handal dan kemampuan bermain raket. Suara sol sepatu mencicit di lapangan hijau. Membuat olahraga ini tidak sepi dari penonton dan penggemar.

Sebelumnya bulu tangkis tidak seperti sekarang ini, tetapi pada masa itu, 2000 tahun sebelumnya, permainan ini hanya menggunakan satu pemain.

Tentunya anda mungkin belum mengetahui bahwa sebelumnya kami telah menulis tentang kegiatan penciptaan pengubahan atau penambahan nilai guna suatu barang disebut, hp ram 8gb dibawah 2 juta, dan dampak positif dan negatif menyusui pacar.

Lalu ada juga hal terkait dengan takdir yang tidak bisa diubah disebut takdir, induk organisasi tenis meja internasional adalah, faktor pendorong kerjasama antar negara asean yaitu, dan 3r dari prinsip pengelolaan sampah adalah.

Limited Show, atau satu individu tampil sebagai entertainer dan yang lainnya hanya sebagai pengamat. Seperti pertunjukan bazaar atau atraksi pesona lainnya untuk menarik perhatian penonton.

Apakah Anda setidaknya tahu dari negara mana pertandingan bulu tangkis itu berasal?

Mengambil dari sejarah awal, game ini dibawa ke dunia di ruang Mesir Kuno, ribuan tahun sebelumnya. Demikian juga game ini berkembang di India, dan juga China.

Soal bola, atau mereka menyebutnya “Kok” (bukan sebenarnya, kenapa kamu), dalam bahasa Inggris, Cocks terkenal. Dalam memainkan shuttlecock, pemain tidak menggunakan raket seperti sekarang ini, melainkan menggunakan kaki dan tangan. Praktis setara dengan sepak takraw.

Hal yang menarik dari permainan saat itu adalah bahwa bola terus dimainkan tanpa jatuh ke tanah.

Pada tahun 1854, yang mengenalkan permainan semacam ini dengan Inggris, sedikit unik, karena mereka saat ini tidak menggunakan kaki mereka untuk bermain shuttlecock, melainkan menggunakan Dayung (Battledores) atau tongkat (Shuttlecocks).

Jadi sejak periode tahun 1850-an, jalan-jalan di London telah berubah menjadi pusat kebugaran hutan untuk anak-anak kecil dengan bermain dengan pena bulu mereka di udara, mengawasi mereka dan menjaga mereka agar tidak jatuh ke tanah dengan mengayunkannya.

Persatuan induk bulu tangkis dunia adalah Badminton World Federation atau biasa disebut BWF

BWF didirikan pada tahun 1934 bertekad untuk mengarahkan hukum putaran global bulu tangkis, menetap di London, Inggris.

Persatuan induk bulu tangkis Indonesia adalah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau biasa disebut PBSI.

PBSI didirikan pada tanggal 5 Mei 1951 untuk mengendalikan latihan pertandingan bulu tangkis ini dan berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Omong-omong, apa nama induk organisasi bulu tangkis di Indonesia? Jawabannya adalah PBSI. PBSI mewakili Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Menjadi induk olah raga bulu tangkis masyarakat, PBSI tentunya memiliki prinsip usaha dan kapasitas. Tugas-tugas ini mencakup; menciptakan kemampuan pemain, mengawasi serta menjalankan kerangka pedoman permainan, hingga mengadakan pertandingan biasa di Indonesia.

Kehadiran gelar bulu tangkis publik ini memainkan peran penting untuk menarik pemain yang cakap di masa depan. Demikian juga untuk tujuan instruksi dan pengalaman bagi para pemain yang ambil bagian.

Pernahkah Anda mendengar istilah mempersiapkan? Pelatnas yang merepresentasikan Diklat Nasional merupakan pusat pembelajaran yang diadakan oleh PBSI bagi para kompetitor yang nantinya akan mengharumkan nama Indonesia di ajang gelar dunia di bawah dukungan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Pelatnas merupakan salah satu bentuk bantuan dan ikhtiar PBSI dalam melakukan kapasitasnya sebagai diskusi untuk menginstruksikan para pesaing siap membela nama Indonesia di gelaran dunia bulu tangkis.

Cara memasukkan bulu tangkis ke Indonesia terjadi karena dampak ekspansionisme Inggris di Malaysia dan Singapura, yang merupakan negara tetangga terdekat. Kemudian membentuk berbagai hubungan bulu tangkis selama tahun 1930-an.

Contoh hubungan bulu tangkis pada saat itu adalah Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League yang berlokasi di Jakarta. Hal ini bergantung pada pernyataan dari buku Dasar-Dasar Bulu Tangkis (2017) oleh Dhedy Yuliawan.

Susunan afiliasi tersebut secara bersama-sama mempengaruhi penyebaran bulu tangkis di Indonesia. Bulu tangkis yang awalnya hanya dikenal di Sumatera, kini telah menjamur hingga ke Pulau Jawa.

Kehadiran induk semang bulutangkis ternyata menjadi vital di tengah afiliasi yang ada. Usaha untuk bergabung akhirnya membuahkan hasil dengan diadakannya gathering di Bandung pada tahun 1951.

Akhirnya, pada tanggal 5 Mei 1951, PBSI sebagai induk perkumpulan bulu tangkis umum secara efektif diselesaikan dengan pengurus utama pada waktu itu, A. Rochdi Partaatmadja.

Sampai tahun 1960, permainan ini mendapat banyak tempat dan penggemar, sampai pemerintah Inggris di Kota London membuat struktur yang luar biasa untuk permainan ini. Dinamakan Badminton House, atau rumah (lapangan) untuk pertandingan Badminton. Secara eksplisit warisan Duke of Beaufort Di Gloucestershire, Inggris.

Setelah beberapa waktu, ketika Inggris menjajah negara-negara Asia termasuk Jepang, Cina dan Siam (Thailand), pasukan Inggris membawa permainan ke Asia.

Tapi karena mereka di negara provinsi belum memiliki apa yang diperlukan untuk bermain lajang seperti anak muda London, dengan memegang dan melewatkan bola lebih dari satu kali. Dengan tujuan agar para pendekar menyiasatinya dengan memasang jaring.

Jelas tidak sama dengan permainan dasar, yang tidak menggunakan jaring, melompat sangat tinggi berulang kali tanpa jatuh ke tanah, tetapi kali ini dengan pertarungan antar pemain. Dimana Net sebagai mediator.

Kemudian sebuah game dibentuk menggunakan Net dan game tersebut menjadi #1 penghuni negara jajahan tersebut.

Selain itu, para perwira yang kembali ke negaranya (Inggris), mempresentasikan kemajuan bulu tangkis dengan memanfaatkan Net.

Meski mengalami perubahan sebagai game, tidak menyurutkan fanatik game ini. Untuk menjaga sportivitas permainan, mereka membutuhkan norma dalam bermain.

Sebuah klub bulu tangkis bernama Badminton Bath Club didirikan pada tahun 1877, kemudian, pada saat itu, klub di dalamnya mengelola para pemainnya dengan serangkaian aturan bermain.

Jadi di era 70-an hingga 90-an banyak klub dan tempat (lapangan) menjadi spot bermain.

1893, membentuk Asosiasi Bulu Tangkis Inggris. Selanjutnya, mengetahui permainan pada tahun 1899, itu menjadi judul utama yang disebut All England.

Berkembangnya minat para pemain bulu tangkis di seluruh dunia, membuat mereka membentuk sebuah asosiasi untuk menyatukan mereka yang disebut International Badminton Federation (IBF).

Dalam rentang waktu 70 tahun, pada tahun 2006, IBF berubah menjadi Badminton World Federation (BWF), atas usulan semua individu dari liga ini hingga 206 negara setuju untuk mengubah nama dari IBF menjadi BWF.

Wilayah Indonesia sebagai salah satu provinsi negara-negara Eropa, juga Jepang, telah direbut beberapa permainan oleh penjajah yang masuk ke Indonesia, termasuk pertandingan bulu tangkis.

Sebelumnya, permainan ini adalah permainan untuk kelas satu, yaitu hanya oleh para penyusup dan para elit agung yang bisa bermain, karena lapangan diatur di area para pejuang perintis dan juga kediaman kerajaan yang termasyhur.

Sebelum kemerdekaan, permainan ini hampir tidak mempengaruhi masyarakat adat. Selain lapangan, mereka tidak tahu seberapa besar ukurannya, mereka juga tidak tahu “ayam” jenis apa yang akan mereka gunakan dan di mana mendapatkannya, termasuk raket.

Game ini menjadi penggunaan umum setelah bagian dari dealer dari Cina, dengan membuat beberapa bidang permainan ini. Sejak sekarang individu asli telah mulai mengambil bagian dalam permainan.

Setelah pendudukan Jepang, permainan ini dihentikan, mengingat bagi orang Jepang permainan ini dapat menjadi pemersatu generasi muda Indonesia.

Setelah Negara Indonesia merdeka, masyarakat umum bisa leluasa memainkan permainan ini.

Meski di kota-kota yang jauh mereka tidak menggunakan bola standar, namun dengan menggunakan alas sepatu yang mereka bentuk sedemikian rupa dan menanamkan duri ayam di bagian ujungnya.

Permainan yang menggunakan kayu sebagai raket adalah pemandangan yang biasa mereka mainkan saat itu. Lapangannya datar atau menanjak, faktanya mereka belajar dengan bermain game.

Pada tahun 1948, tepatnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Surakarta, permainan ini dimainkan sebagai pertandingan antar kabupaten (wilayah) tanah air. Sejak saat itu permainan ini (cabang olahraga) telah menjadi permainan untuk beberapa individu.

Tentu berbagai macam hal yang berhubungan dengan induk organisasi bulu tangkis nasional adalah akan membuat kita menjadi jauh lebih baik.

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.