Apa Akibatnya Jika Kita Tidak Menjaga Lingkungan

Diposting pada

Apa akibatnya jika kita tidak menjaga lingkungan: Lingkungan merupakan salah satu kekayaan alam yang vital bagi makhluk hidup. Lingkungan adalah hadiah yang tak tergantikan dari Tuhan.

Tanpa lingkungan, tidak akan ada eksistensi. Oleh karena itu, kita harus melakukan upaya untuk menjaga lingkungan alam dan juga memungkinkannya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Apalagi kebersihan adalah salah satu aspek keimanan, dan itulah motto yang sering kita dengar, jadi kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan kita kemanapun kita pergi. Kebersihan itu penting untuk kesehatan kita karena di dalam tubuh yang sehat ada semangat yang kuat.

Tapi kami tidak terlalu peduli dengan slogan itu. Tujuannya hanyalah elemen dekoratif tanpa makna. Namun, pesan dari sebuah slogan bisa sangat berarti bagi kita. Banyak slogan yang menyeru kita untuk menjaga kebersihan rumah, Tapi apa benar?

apa akibatnya jika kita tidak menjaga lingkungan image
apa akibatnya jika kita tidak menjaga lingkungan

Siswa masih membuang sampah sembarangan. Kebersihan adalah bebas dari sampah, debu, dan bau. Tapi, biasanya dianggap masalah kecil bagi siswa. Kurangnya perhatian terhadap kebersihan menjadi penyebab masih banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan sekolah.

Sementara kegiatan belajar mengajar juga dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan, fokus otak kita tidak dapat dibagi dengan mudah jika lingkungan sekolah rapi, terutama di ruang kelas yang dipenuhi siswa. Kita akan merasa nyaman di dalam kelas.

Penampilan dan kebersihan di dalam kelas merupakan faktor penting untuk mendongkrak semangat siswa dalam meraih prestasi. Banyaknya sampah yang berserakan di seluruh kelas merupakan konsekuensi dari masalah kebersihan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah.

Tentu kita tidak ingin sekolah kita kotor, kumuh, dan penuh sampah. Selain itu, sampah yang kita buang juga dapat merusak lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas serta menciptakan lingkungan belajar yang tidak nyaman.

Sebelumnya blog ini sudah pernah menuliskan artike tentang satu kilogram sama dengan berapa gram, berapakah jumlah pemain dalam permainan bola basket, dan 100 gram gula berapa sendok makan.

Contoh tidak mencintai lingkungan alam yang baik salah satunya adalah membuang sampah sembarangan. Meski terlihat sepele, namun tindakan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan segudang masalah lingkungan yang dapat berdampak pada lingkungan dan manusia.

Kurangnya rasa cinta terhadap lingkungan oleh manusia dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan menyebabkan sejumlah bencana, seperti kekeringan, banjir, dan tanah longsor.

Menurut situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada umumnya pencemaran disebabkan oleh tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya di siang hari.

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa pencemaran lingkungan adalah masuknya

atau masuknya makhluk hidup atau zat, energi, atau zat lain ke dalam lingkungan karena proses alam atau proses yang berhubungan dengan manusia.

Untuk mengurangi kualitas sampai tingkat tertentu dan menyebabkan lingkungan berhenti berfungsi sebagaimana mestinya di bawah standar yang diberikan.

Apa jadinya jika manusia tidak bertanggung jawab terhadap lingkungannya? Tanpa menjaga lingkungan, kami terus memanfaatkan sumber daya yang diberikannya sama dengan membiarkan lingkungan rusak.

Bahan pencemar yang merusak lingkungan secara terus menerus menimbulkan masalah lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan hewan dan tumbuhan tidak ada lagi, yang menyebabkan kematian makhluk hidup.

Jika satu spesies punah, itu dapat menyebabkan efek seperti domino di seluruh rantai makanan. Makhluk hidup yang menjadi bagian dari rantai makanan juga dapat menghilang, menyebar ke dalam ekosistem, dan memicu kepunahan besar-besaran.

Manusia mampu bertahan hidup dengan memakan makanan yang berasal dari makhluk hidup lainnya. Tumbuhan atau hewan. Jika pencemaran lingkungan terus menerus terjadi, makhluk hidup terancam punah. Hal ini tentu saja menyebabkan penduduknya mati kelaparan.

Kerusakan lingkungan akan terjadi, lingkungan akan rusak, sumber daya alam seperti air akan habis, tumbuhan akan mati, dan hewan akan punah.

Merawat adalah menjaga, menjamin kesehatan dan keselamatan. Lingkungan mengacu pada semua yang mengelilingi orang dan mempengaruhi cara kita hidup.

Lingkungan adalah bagian dari alam. Bisa berupa benda hidup atau benda mati. Benda mati termasuk tanah, udara, air, matahari, dll.

Saat makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Menjaga lingkungan sangat penting karena berdampak pada kehidupan manusia.

Kepedulian terhadap perlindungan lingkungan menjadi perhatian utama Rasulullah SAW sebagai contoh. Dia kaya dalam hal penggunaan air untuk mencuci dan juga mengajarkan untuk tidak menyebabkan kehancuran bagi Bumi.

Akibat dari tidak menjaga lingkungan dengan baik adalah rusaknya lingkungan alam, dan sumber daya alam seperti udara, air, dan matahari akan habis atau tercemar sehingga tidak dapat kita manfaatkan, yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.

Kerusakan lingkungan juga dapat berdampak pada kualitas air. Jika tidak ada vegetasi berupa tumbuhan dan pepohonan, tanah tidak dapat menyaring air murni. Hal ini menyebabkan berbagai kontaminan terserap ke dalam akuifer batuan dan memperburuk aliran air bersih di dalamnya.

Jika hal ini tidak segera diatasi, kualitas pasokan air bersih akan terus menurun, yang dapat berujung pada keadaan darurat.

Dari laman National Geographic, 70 persen produksi oksigen dihasilkan oleh tumbuhan laut, yakni fitoplankton, alga, dan fitoplankton. Sisanya 28 persen dibuat dari hutan hujan sedangkan 2 persen sisanya dibuat melalui sumber lain.

Jika semua oksigen diperoleh melalui tumbuhan, bagaimana manusia ada tanpa tumbuhan? Jadi, jika kita melakukan deforestasi, maka akan mengakibatkan penurunan kadar oksigen.

Manusia yang berkualitas dapat diukur dari pendidikan atau perilakunya. Namun, mereka dapat diamati dari cara mereka memperlakukan lingkungan atau tempat di mana orang tersebut tinggal.

Rumah yang bersih dan rapi, serta tertata dengan baik akan selalu terlihat mengundang dan nyaman (aman) bila selaras dengan lingkungan sekitarnya, yang selain itu juga tertata rapi dan tertata.

Lingkungan yang negatif juga dapat menghasilkan efek negatif.

Memberikan pemahaman yang jelas tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat dan sekaligus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan langkah awal untuk membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan.

Menciptakan ruang hidup yang lebih menyenangkan Ruang yang bersih dan tertata dengan baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta ruang publik bagi mereka yang tinggal di sekitarnya.

Misalnya, tempat tinggal lebih bersih, lebih rapi, lebih tenang, dan nyaman untuk melakukan banyak tugas, dan lingkungan lebih sehat karena mencegah penyebaran penyakit yang paling mungkin berkembang di daerah yang tidak mendapatkan perawatan bersih dari lingkungan.

Masyarakat sekitar, misalnya malaria, demam berdarah, Zakia atau Tifus.

Untuk mempererat tali persaudaraan. Lingkungan yang bersih, rapi dan rapi lambat laun namun pasti akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk menyelenggarakan acara yang mempererat tali persaudaraan dan memberikan wadah untuk bersosialisasi tanpa batas.

Misalnya diadakan kegiatan olah raga, tari dan budaya, atau diadakan debat organisasi.

Misalnya bagi anak kecil, tempat yang selalu rapi dan tertata dengan baik adalah contoh yang baik yang akan dikenang selamanya oleh anak-anak di masa kecil, dan lingkungan tempat dia berada sekarang akan menjadi warisannya untuk generasi selanjutnya.

Seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka akan menjadi orang dewasa yang menghargai kebersihan dan menikmati lingkungan yang bersih.

Sebuah simbol masyarakat yang berbudaya Sebuah wilayah di mana orang berkomitmen untuk melestarikan lingkungan kemungkinan akan menarik komentar dan penilaian positif dari orang-orang atau orang lain yang mengamati kebersihan.

Jadi, kebersihan lingkungan dapat menjadi indikasi budaya dengan aturan, norma, dan budaya yang menghormati dan menganut lingkungan yang bersih. Itu dapat dihargai oleh semua orang di komunitas dan bermanfaat bagi banyak orang lain.

Perlindungan hutan di daerah. Tidak hanya terbatas pada area tempat tinggal dan juga lingkungan sekitar;

namun juga dapat dilakukan dengan melestarikan hutan dan sumber dayanya agar tetap dalam keadaan sehat yang bersih dan terlindung dari segala sampah atau kotoran yang biasanya merupakan hasil perbuatan manusia yang membuang sampah sembarangan, dan berburu.

—penyalahgunaan dan perusakan hutan.

Menata kembali lingkungan agar tetap rapi dan bersih dapat dilakukan dengan mudah, tetapi menjaga suasana bersih dan rapi dapat menjadi hal yang sulit karena kurangnya cinta dan kesadaran akan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan alam, yang akan meningkatkan kualitas.

Dari kehidupan sehari-hari masyarakat, tentu ada banyak hal seputar apa akibatnya jika kita tidak menjaga lingkungan yang akan membuat kita menjadi lebih baik atau malah lebih buruk.

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.