Alat Musik Talempong Berasal dari Daerah

Diposting pada

Alat musik talempong berasal dari daerah. Bentuk talempong bisa dibilang setara dengan alat musik bonang dalam seperangkat gamelan. Talempong bisa terbuat dari logam, namun ada juga yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis logam banyak digunakan.

Talempong umumnya dimainkan dengan cara berkumpul dalam posisi berdiri atau berjalan (parade) untuk membumbui berbagai layanan konvensional. Umumnya Talempong jenis ini dimainkan oleh tiga sampai lima orang yang masing-masing memainkan rancangan ketukan bergantian. Hasilnya adalah suara konsonan yang memuaskan mata.

Begitu pula dengan alat musik tradisional Talempong yang dimainkan dengan cara berkumpul dalam posisi duduk atau yang disebut dengan Talempong duduak sebagai cara untuk melakukan atau membumbui suatu tindakan konvensional.

alat musik talempong berasal dari daerah image
alat musik talempong berasal dari daerah

Talempong semacam ini biasanya ditempatkan dalam kotak persegi panjang yang di daerah Minangkabau dikenal dengan nama rea. Cara memainkannya yang paling efektif sangat berbelit-belit dan hanya dimainkan di daerah-daerah tertentu di Minangkabau.

Salah satu alat musik adat yang selalu ada dalam setiap upacara adat Minangkabau adalah Talempong. Talempong adalah seperangkat alat musik yang terbuat dari kombinasi tembaga, timah putih, dan besi putih. Dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat (pukulan kayu).

Sebelumnya kami pernah menulis tentang buket snack kue tart dari snack, jumlah pemain rounders masing masing regu adalah, dan afta merupakan bentuk kerjasama negara-negara kawasan asia tenggara di bidang.

Lalu ada juga tulisan tentang lagu kupu-kupu yang lucu diciptakan oleh, fungsi fakta dalam sebuah teks persuasi adalah, perjanjian internasional yang dilakukan oleh dua negara disebut, dan induk organisasi pencak silat nasional adalah.

Sifat Talempong dapat diperkirakan dari substansi gabungan ketiga komponen penyusunnya. Semakin banyak komponen tembaga dalam satu talempong, semakin baik kualitasnya.

Berbentuk bulat dan berukuran sekitar 17 cm – 18 cm, Talempong memiliki berbagai ukuran antara bagian atas dan bagian bawah.

Bagian atas sedikit lebih besar dari dasarnya. Pada bagian atas Talempong terdapat lingkaran yang lebih sederhana seperti bagian atas Talempong, sedangkan pada bagian bawah alat dibuat bukaan.

Sesuai dengan ukuran standar yang biasa digunakan, Talempong Minangkabau memiliki ukuran standar sebagai berikut: 1) tingkat 8,5 cm – 9,4 cm, 2) jarak melintang 17 cm – 18 cm, 3) pembagi tingkat 5 – 6 cm, 4) lebar alas 16,5 cm – 17 cm, 5) lebar pencu 2 cm – 2,5 cm, 6) tebal alat 3 mm – 4 mm.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul sebagai tongkat kayu kecil (stick). Ada dua prosedur bermain talempong, lebih spesifiknya: 1) strategi konvensional (saling mengunci), di mana seikat talempong dimainkan oleh tiga orang.

Setiap pemain memainkan dua talempong yang dipegang dengan tangan kiri ke atas, seluruhnya. Yang atas digenggam oleh ibu jari dan penunjuk, sedangkan yang lebih rendah dipegang erat-erat di tengah, manis dan kelingking. Jari telunjuk menjadi pemisah antara talempong sehingga talempong terlihat jelas.

Pada cara pertama ini, tangan kanan mampu memegang dan memukul stik pada gadget Talempong. 2) Strategi modern, yaitu talempong diletakkan di atas rel atau papan. Talempong dipukul dengan tongkat pemukul di atas susunan saat ini.

Alat-alat talempong dalam banyak kasus digunakan sebagai pelengkap dalam berbagai fungsi adat Minangkabau, misalnya, 1) Layanan Pengangkatan Sutradara, 2) Fungsi Pernikahan, 3) Panjat Rumah, 4) Perayaan Panen, 5) Pameran Randai, 6) Musik backup dance, 7) gotong royong, 8) khitanan rasul, dan sebagainya.

Bisa dikatakan bahwa tanpa kehadiran Talempong secara keseluruhan layanan atau bergerak secara khusus, mungkin makanan tanpa garam.

Talempong juga dapat digunakan untuk mengubah irama musik. Unsur-unsur talempong pada umumnya adalah: 1) Sebagai metode fungsi, 2) Sebagai pertunjukan gaya, 3) Sebagai pengalihan, 4) Koordinasi masyarakat, 5) Sebagai sarana surat menyurat.

Talempong juga hadir untuk memeriahkan suasana pawai mengundang para pengunjung luar biasa. Pada umumnya talempong dimainkan dengan beberapa alat musik tradisional Minangkabau lainnya, seperti saluang, gandang, dan serunai.

Indonesia adalah negara yang memiliki beragam masyarakat yang unik dan menarik satu sama lain. Di mana, ada begitu banyak masyarakat yang dipandang sangat penting untuk diamankan dan dilindungi. Cara hidup orang Indonesia terdiri dari berbagai macam.

Tidak terkecuali dengan instrumen konvensional. Sejumlah besar instrumen Indonesia memiliki kualitas sendiri yang kontras dengan instrumen di berbagai wilayah di planet ini.

Instrumen konvensional Indonesia adalah barang imajinatif yang berasal dari berbagai kabupaten di seluruh Indonesia. Seperti namanya, item kreatif ini terhubung dengan spesialisasi musik. Salah satu ilustrasi alat musik konvensional di Indonesia adalah Talempong.

Alat musik Talempong menjadi perhatian orang banyak karena bentuknya yang mirip alat musik gamelan namun memiliki bunyi yang khas. Oleh karena itu, pokok pembicaraan Munus kali ini adalah tentang asal mula, sejarah, cara memainkan, hingga jenis-jenis alat Talempong.

Instrumen Talempong berasal dari daerah Minangkabau wilayah Sumatera Barat. Talempong dikenang telah ada cukup lama di Minangkabau dan tercatat sejak abad ke-14. Bagaimanapun, anekdot spesifik tentang awal penciptaannya tidak jelas, sementara legenda yang berputar tentang awal instrumen ini sangat berubah.

Terlepas dari kenyataan bahwa tidak ada bukti arkeologis yang asli, talempong diterima telah dimainkan di tanah Minangkabau sejak akhir abad ke-14.

Dilihat dari bentuknya, alat musik talempong dikenal dengan jenis pencon (sejenis bonang) yang dimainkan dengan cara dipukul (perkusi). Talempong secara praktis memiliki bentuk yang mirip dengan instrumen bonang dalam gamelan, yaitu secara radial bahkan dengan lubang menghadap ke bawah.

Pada bagian atas terdapat tonjolan dengan lebar 5 cm sebagai bagian yang dipukul untuk mengeluarkan suara, sedangkan ukuran umumnya berkisar antara 15-17,5 cm. Meski bentuknya seperti bonang, namun bunyi yang dihasilkan tidak sebanding dengan bunyi talempong yang memiliki kualitas Minangkabau.

Umumnya bahan yang digunakan untuk membuat alat musik Talempong adalah logam. Namun ada juga yang terbuat dari kayu dan batu yang nantinya akan dibentuk agar tercipta suasana yang bersahabat.

Sedangkan bahan pemukulnya terbuat dari kayu yang bila dipukul dengan cara menggelembung di talempong akan mengeluarkan bunyi yang tidak diragukan lagi. Perbedaan nada yang dibuat juga bergantung pada ukuran proyeksi atau daerah pukulan setiap unit.

Sama halnya dengan alat musik adat lainnya, biasanya talempong digunakan untuk mengiringi jurus-jurus konvensional, khususnya jurus-jurus konvensional yang dimulai dari Minangkabau.

Talempong yang bila dimainkan memiliki ritme yang cepat, berperan dalam mengatur hentakan tarian konvensional Minangkabau yang berapi-api. Di antara jurus-jurus adat Minangkabau yang tergabung dalam talempong adalah Tari Piring, Tari Payung, dan Tari Pasambahan, serta berbagai jurus konvensional lainnya.

Dalam memainkan alat musik ini, rombongan talempong yang digunakan terdiri dari 5-7 buah talempong. Bukan alat musik tunggal, kebanyakan Talempong dimainkan bersama beberapa alat musik Minangkabau biasa lainnya, seperti gandang, saluang, dan serunai.

Dari beberapa instrumen tersebut, talempong berperan sebagai instrumen fundamental dalam menciptakan dan membawakan lagu.

Selain itu, talempong biasanya juga digunakan dalam upacara adat Minangkabau. Karena merupakan fungsi konvensional, maka instrumen yang digunakan adalah instrumen adat yang bersifat lokal di wilayah Minangkabau. Kemudian, kemudian, selesaikan pertunjukan dan acara tradisional dengan menggunakan banyak instrumen yang juga masih sangat umum.

Dilihat dari cara memainkannya, alat musik Talempong dibedakan menjadi dua macam. Talempong Pacik atau Talempong Renjeang adalah jenis utama.

Sedangkan jenis selanjutnya diberi nama Talempong Duduak. Kedua jenis talempong tersebut diberi nama talempong adat dengan nada pentatonik dan nada enamtonik dengan beberapa jenis ragam bentangan. Simak penjelasan tambahan dari kedua jenis Talempong tersebut.

Sesuai dengan namanya, pacik berarti dipegang. Saat memainkan talempong jenis ini, para pemainnya dalam posisi berdiri atau duduk namun alat musik tersebut dibawa atau dipegang sambil dipukul dengan nada yang diharapkan.

Tiga hingga lima individu masing-masing akan memainkan desain suasana hati alternatif untuk menciptakan suara yang menyenangkan dan menarik untuk didengar.

Kolintang adalah alat musik adat sebagai alat musik tabuh bernada yang terbuat dari kayu. Kolintang berasal dari daerah Minahasa di Sulawesi Utara. Bagaimana cara bermain Kolintang? Kolintang dimainkan dengan cara dipukul hingga menghasilkan nada.

Tambo adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Aceh. Tambo terbuat dari kulit sapi, batang iboh, dan rotan. Tambo dimainkan dengan cara dipukul seperti kendang.

Calung adalah alat musik konvensional yang dimainkan dengan cara menimbulkan keributan di sekitar kota atau bagian. Calung berawal dan tercipta dari daerah Sunda dan Banyumas. Calung terbuat dari bambu sehingga tidak sulit untuk dibuat.

Memang sampailah kita pada alat musik konvensional yang sangat populer di Indonesia. Benar sekali, alat musiknya adalah Angklung. Angklung merupakan alat musik konvensional yang berasal dari Jawa Barat. Angklung terbuat dari bambu seperti calung dan dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan.

Gambus merupakan alat musik yang berasal dari daerah Riau. Gambus sendiri dimainkan dengan cara memainkan senar, seperti bermain gitar. Bagaimanapun, Gambus memiliki bentuk yang menarik dan cita rasa yang kreatif.

Sasando adalah alat musik yang dimainkan dengan memainkan senar untuk menyampaikan nada. Sasando terbuat dari bambu sebagai bahan utama bambu. Sasando sendiri berasal dari daerah Rote, Nusa Tenggara Timur.

Talemog adalah alat musik adat yang dimainkan dengan cara dipukul. Talempong berasal dari Sumatera Utara dan Barat, umumnya dimainkan oleh marga Minangkabau. Talempong menggunakan logam, kayu, dan batu sebagai bahan dasarnya.

Instrumen lain mulai dari Sumatera Barat. Meskipun demikian, Saluang dimainkan dengan cara ditiup seperti tiupan kayu. Saluang dibuat dengan bahan utama bambu.

Gendrum adalah instrumen yang sangat unik. Alat musik asal Semarang ini merupakan kombinasi dari gendang tanpa henti. Gendrum dimainkan dengan cara dipukul.

Karinding adalah alat musik tiup tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Karinding biasanya dimainkan oleh masyarakat Sunda. Karinding menggunakan bambu sebagai bahan utamanya.

Tifa adalah alat musik perkusi konvensional yang berasal dari Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua. Tifa biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian konflik.

Triton adalah alat musik konvensional yang berasal dari daerah Papua. Triton dimainkan dengan cara ditiup. Pada awalnya, Triton digunakan untuk tujuan korespondensi untuk area lokal terdekat.

Dari Kalimantan Timur ada alat musik yang bernama Sampek. Sampek dimainkan dengan cara dipetik. Sampek menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya.

Dari daerah Nusa Tenggara Barat ada alat musik konvensional yang disebut Serunai. Serunai dimainkan dengan cara ditiup. Serunai biasanya dimainkan untuk mengikuti pameran-pameran seni.

Bende merupakan alat musik adat yang berasal dari daerah Lampung. Bende sendiri dimainkan dengan cara dipukul. Meskipun demikian, ini dimainkan dengan kelelawar yang unik.

Gong adalah alat musik adat yang dimainkan dengan cara dipukul. Sesuai beberapa referensi, Gong berasal dari daerah Jawa Tengah. Gong adalah salah satu alat musik Gamelan.

Slenthem adalah alat musik yang juga berasal dari Jawa Tengah. Slenthem dimainkan dengan cara dipukul. Slenthem juga merupakan individu dari instrumen gamelan.

Bertemu lagi dengan alat musik yang dimainkan dengan cara culling. Gasping adalah alat musik petik yang berasal dari Kalimantan Selatan. Terengah-engah dievaluasi cukup seperti Harpa dalam kegunaan.

Kali ini alat musik dari Kalimantan Timur. Sampe juga merupakan alat musik petik seperti Panting. Sampe umumnya dimainkan sebagai cadangan untuk acara-acara seremonial.

Japen merupakan alat musik konvensional yang berasal dari Kalimantan Tengah. Japen juga merupakan alat musik petik seperti Panting dan Sampe. Japen terkenal dengan bentuknya yang kurus dan kecil.

Ada saja yang bertanya tentang alat musik talempong berasal dari daerah, karena mungkin menghadapi sebuah persoalan hidup.

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.